Wednesday, January 11, 2017

Terima Kasih, 2016


Diposting tanggal 11 Januari 2017, tentu ucapan terima kasih ini terhitung terlambat ditulis. Semua orang sudah membuat dan mem-publish evaluasi dan resolusi mereka di akhir tahun 2016, bukan?

Bukan malas, tapi rasanya, meninggalkan tahun 2016 begitu sayang untuk saya lakukan. Bisa dibilang, saya nggak bisa move on. Haha. Yap, saya merasa begitu banyak kejutan yang Tuhan berikan sepanjang tahun 2016. Dan begitu besar perubahan yang terjadi pada diri saya.

Tentu kita masing-masing punya titik waktu di mana sebuah perubahan besar terjadi. Dan, ada dua hal besar yang saya di tahun kemarin. Hal yang memaksa saya untuk mendewasa, membijaksana, memahami banyak sekali hal yang bahkan masih asing di tahun-tahun sebelumnya.

Pertama, 2016 adalah tahun saya meninggalkan banyak hal di belakang sana. Jika saya gali lebih dalam, sepertinya tidak mungkin saya percaya bahwa semua fase ini terjadi begitu cepat dalam diri saya. Di awal tahun, saya berjuang mati-matian melawan diri sendiri untuk meninggalkan satu dan dua hal yang 'berbahaya' bagi masa depan. Mengapa berbahaya? Karena sebagai manusia, kadang kita tidak mau melihat diri sendiri lebih dalam. Bahwa ternyata ada bagian-bagian 'sakit' dalam diri yang kita cintai. Atas nama rasa nyaman, biasanya kita membiarkan mereka tumbuh dalam diri. Bentuknya bisa kebodohan, keangkuhan, rasa selalu benar, atau apa saja. 

Dalam proses ini saya berusaha menyibukkan diri, mencoba hal baru untuk mengedit vidieo, membuat karya-karya baru hingga travelling. Di tahun ini pula pertama  kali saya bisa mendaki gunung, gunung Ijen. Dalam fase ini, saya belajar betapa pentingnya memberi pilihan yang tepat untuk diri kita sendiri. Betapa pentingnya memilih siapa yang boleh memasuki ruangan tamu kita, di antara mereka hanya ada beberapa yang boleh melihat ruang tengah kita, dan seterusnya sampai bagian dapur. Pelajaran yang tak tertulis di buku pelajaran ini lah yang saya catat baik-baik di tahun 2016.

Hasilnya? Tuhan memang Maha Mengejutkan. Tak ada pikiran dalam benak bahwa tahun 2016 juga lah waktu terbaik menurut Tuhan untuk saya menikah. Tak lama setelah proses 'pendewasaan' itu, saya dilamar. Dan waktu berjalan begitu singkat. Saya sah menjadi seorang istri tepat di penghujung tahun: 11 Desember 2016.

Kedua, tentu saja saya menjalani kehidupan baru sebagai seorang istri. Saya juga pindah ke Jakarta. Meninggalkan seluruh kenangan dan hidup yang sudah berjalan selama 3 tahun di Malang, kota dingin yang awalnya juga tidak pernah saya impikan.

Dua perubahan ini membawa perasaan saya dalam suasana yang sulit digambarkan. Saya... bahagia, kaget, sedih dan sangat bersyukur di waktu yang sama. Dan di kota terbesar di negeri ini, di tempat yang sejak kecil saya impikan, di pekerjaan yang sudah lama saya idamkan, bersama seseorang yang sangat saya cintai, saya memulai kisah ini.

Di balik pernikahan yang paling mengekspos saya dan Cahya, banyak tangan-tangan pendukung yang tidak pernah saya duga. Ada banyak sekali keluarga, sahabat, teman lama dan orang tua yang tidak henti-hentinya bekerja keras untuk mewujudkan pernikahan ini. Bahkan saya bisa tuliskan bahwa manisnya melihat mereka semua lebih indah ketimbang bersatu menjadi sepasang suami - istri bersama Cahya.

Tentu saja saya merasa bahagia menikah dengan pria pekerja keras yang satu ini. Namun melebihi itu, saya merasa begitu beruntung mendapatkan banyak sekali dukungan dan doa dari kerabat, keluarga, dan semua sahabat kami. Rasanya, ada berkah berlimpah yang dikirimkan Allah, yang tentu saja membuat hati saya tenang, hangat. Berkali-kali saya dan Cahya membicarakan ini, bersyukur dan sering banget saya menangis. Kata terima kasih tidak akan pernah cukup untuk mewakili semua perasaan kami.

Semoga mereka mendapat berkah melimpah & balasan kebaikan melebihi yang sudah dilakukan kepada kami. Aamiin.

Terima kasih, 2016. Catatan ini saya tulis sebagai pengingat bahwa tahun ini merupakan salah satu titik balik paling penting dalam hidup saya.

No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.