Monday, July 18, 2016

Takdir Menulis: 'Tersesat' di KapanLagi.com

Liputan pertama di KapanLagi bersama make-up artist Andi Soraya.
 / Foto: KapanLagi.com
Barangkali saya merupakan satu dari 'pemimpi gila' yang hingga saat ini begitu percaya pada takdir. Belajar banyak dari Paulo Coelho lewat Alchemist, entah mengapa mitos-mitos dalam novel tersebut sangat membuat saya yakin. Kata sang penulis, semua orang ketika masih muda mengetahui takdir mereka.

Ada dua jenis manusia, yang pertama mereka yang percaya pada takdir dan memenuhinya. Kedua, yang 'berhenti' di tengah jalan. Pemberhentian itu bisa dipengaruhi banyak hal. Tapi yang paling sering terjadi adalah saat seseorang dihadapkan pada pilihan lain untuk menjadi orang yang dihargai di lingkup sosial tertentu. Ia pura-pura melupakan takdirnya dan memilih menjadi seseorang yang terhormat dengan posisi atau pekerjaan lain.

Sunday, July 3, 2016

Hai, Generasi Komentator!


Kita kini sedang hidup dalam dunia di mana semua orang bebas berkomentar. Demokrasi yang dulu sudah diperjuangkan itu terus berkembang. Nggak hanya protes di depan gedung DPR saja, semua orang bisa saling menilai, komen, hujat lewat beragam aplikasi chat group, Facebook, Twitter, atau apa saja. Topiknya bisa apa saja. Bahkan curhat dan saling sindir dengan musuh bebuyutan atau saingan kerja atau bahkan bos sendiri, juga bisa.