Wednesday, April 6, 2016

Mencari Tempat Travelling Paling Indah

Salah satu tempat keren dan terpencil di Pare!
"Kamu happy banget ya sekarang? Jalan-jalan terus deh," kata seorang teman dalam sebuah chat. Setiap dapat chat semacam itu, saya cuma bisa senyum. Mungkin banyak orang yang belum tau triknya...


Habis, rasanya, saya masih ke tempat yang itu-itu saja. Masih di Indonesia. Masih di pulau Jawa. Meski memang, saya sengaja menghabiskan banyak waktu liburan untuk jalan-jalan ke tempat baru yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Nggak ada habisnya deh kalau saya cari tempat baru dan cucok buat didatangi.

Sebenarnya, hobi jalan-jalan ini sudah ada sejak awal saya jadi mahasiswa. Dulu, zaman masih di Jogja, mas pacar bahkan sempat kelelahan karena saya selalu ingin datang ke pantai atau gunung atau candi atau tempat-tempat yang sama sekali belum pernah kami datangi. Catatan pentingnya, tahun 2010 dulu kita belum kenal Instagram. Belum bisa pamer foto-foto hits sama followers. Terus, kenapa saya suka jalan-jalan?

I'm a Life Traveller 

Saya rasa jawabannya ada pada kisah masa kecil dulu. Saya lahir di Malang, tapi sekitar umur 3 atau 4 tahun sudah merantau ke Sumatera. Saya sempat menjalani TK di Kerinci, Jambi dan Madura. Karena berbagai alasan dan ikut ayah pindah bekerja, saya akhirnya merasakan sekolah di 4 SD; Jambi (SD Islam), Madura, Jambi (SD Negeri) dan lulus dari SDN 6 Metro Barat Lampung.

Dulunya saya sulit menyesuaikan diri. Untuk anak sekecil itu, menemukan teman bermain yang cocok adalah segalanya. Tapi sayang, setiap saya dekat dengan sahabat tertentu, saya harus rela 'kehilangan' mereka karena pindah kota, lagi dan lagi. Sampai akhirnya saya 'terdampar' di Jogja.

Di Jogja, kota yang super romantis ini, saya menetap cukup lama. 12 tahun! Sejak SMP (Mts), SMA (MA) hingga kuliah saya menjalani hari-hari tumbuh besar yang sulit dilupakan. Saya sangat beruntung karena Jogja-lah yang menjadi persinggahan paling lama dalam hidup saya. Di setiap sudutnya, banyak sekali energi tak terbantah yang diakui oleh siapa pun yang datang ke sana.

Saya sudah merasakan jalan kaki di Malioboro hampir setiap hari, main ke pantai, naik & turun gunung sebagai seorang aktivis sampai pernah jualan di Sunday Morning UGM! Saya tumbuh dari anak ingusan yang lulus SD lalu menjalani perjalanan panjaaaang sampai dewasa dan lulus kuliah.  Bahkan belum lama saya menyadari betapa indahnya mendapat kesempatan tumbuh besar di kota itu..

Mungkin karena saya terbiasa berpindah-pindah kota sejak kecil, karakter ingin mencoba hal-hal baru itu selalu muncul. Dari perjalanan hidup saya yang tidak pernah bisa diduga, saya menyadari bahwa setiap waktunya pun saya adalah seorang traveller. Bagi kamu yang sudah terbiasa jalan-jalan, tentu sering banget merasakan bahwa 'yang namanya rencana itu selalu nggak sesuai dengan kenyataan'. Kita harus bisa selalu happy dengan apa pun yang terjadi selama perjalanan. Tapi, ini bukan berarti perjalanan kita dimulai tanpa rencana dan persiapan.

Snorkeling di Pantai Ngalmbor Jogja. Ketemu ikan!

Mencari Tempat Travelling Terbaik 

Selama jalan-jalan, biasanya saya berpikir untuk mencari tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Sekarang sih sudah banyak cara yang bisa dilakukan untuk cari tempat travelling lewat Google atau Instagram. Untuk di Malang sendiri, saya follow beberapa akun seperti @exploremalang, @ngalamkipa, dan @yoiki_malang.

TAPI percayalah.  Sebanyak apa pun budget kamu buat jalan-jalan, sebanyak apa pun waktu yang kamu punya atau sebanyak apa pun referensi tempat yang ingin kamu datangi, ada masa di mana kita 'terjebak' dan merasa tidak bisa pergi ke mana-mana. Saya bahkan masih ingat dengan jelas kapan saya merasakan hal ini. Selalu ada alasan di mana kita tidak punya pilihan selain menghadapi masalah yang ada di depan mata. Di mana, yang namanya masalah selalu bukan hal menyenangkan, kan?

Kalau sudah begini, saya kadang bisa menerima, walau lebih sering nggak terimanya. Mungkin, kamu bisa berpikir untuk marah kepada siapa pun atau apa pun yang kamu pikir menghambatmu untuk pergi jalan-jalan. Entah berapa kali saya merasakan hal seperti ini. Tapi dari kejadian-kejadian seperti ini saya belajar sangat banyak...

Perjalanan Yang Jadi Cerita

Siapa bilang jualan di Sunday Morning UGM itu asyik? Saya sangat ingat waktu itu bersama mas pacar dan seorang teman gembul bekerja sama ingin jualan salad buah. Sampai sekarang, saya bahkan punya fanpage nganggur di FB yang namanya 'Salad Sehat' (boleh kalau kamu mau search dan follow XD).

Singkat cerita, inilah beberapa pengalaman yang berusaha saya rangkum jadi satu:

Rebutan Tempat 
Sebelum jualan di Sanmor, kami sudah buru-buru sejak subuh. Tapi sampai di lokasi, kami harus berebut sama banyaaaak sekali penjual lain. Kebanyakan dari mereka bilang 'ini harusnya tempatnya si lontong sayur mbak' atau 'ini biasanya buat yang jualan jilbab mas'. Padahal, sebenarnya nggak ada izin yang mengatur tempat-tempat kecil di sanmor karena semua pedagang ditarik uang tertentu oleh petugas di tengah waktu berjualan. Kecuali beberapa spot yang memang sudah menyewa tempat untuk beberapa bulan atau setahun.

Salad Yang Terlalu Murah
Namanya juga pengalaman pertama (dan terakhir) jadi pedagang kaki lima. Dengan kebanggaan dan pikiran untuk bisa memuaskan pelanggan, saya memilih buah kualitas bagus yang harganya mahal, packaging  yang nyaman untuk dinikmati, dan dressing enak dari mayo dan yogurt. Kami pun belanja di supermarket. Dan hanya dijual Rp 8 ribu saja untuk cup paling besar. Bahkan seingat saya, ada juga kemasan kecil yang kami jual Rp 3 ribu per-cup-nya.

RUGI!
Ya sudah pasti rugi. Uang yang kami harapkan berlipat ganda hanya bisa dihitung dan ternyata lebih sedikit dari urunan modal yang sebelumnya sudah kami kumpulkan.

Bisa dibilang, berjualan di sunmor UGM adalah perjalanan bodoh yang jadi bukti kegilaan kami. Sebagai anak muda, sebenarnya kegilaan semacam ini sangat wajar. Tentu saat itu kami kesal karena jadi bokek mendadak. Tapi kalau hari ini saya ingat lagi, ini adalah salah satu perjalanan yang paling nggak bisa saya lupakan.

Uang habis, pengalaman jualan gagal, saya dan mas pacar jadi berantem, jadi drama dan kecewa berat (which is waktu itu saya ingin banget belajar jadi pengusaha). Tapi, perjalanan ini adalah salah satu yang paling indah buat saya pribadi.

Saya senang saya pernah menjadi anak muda yang gila, yang begitu keras kepala dan nggak bisa diatur. Sombong dan merasa bisa mengalahkan semua teman yang belum pernah merasakan jualan langsung di Sunmor UGM. Yang terlalu yakin bahwa pengalaman menyedihkan itu bisa jadi kunci sukses secepat mungkin. Yang belum memahami bahwa semua itu butuh proses.
 
Saat sekarang saya bisa dapat gaji setiap bulan, dapat job-job dan project tertentu di mana saya bisa belanja dan  jalan-jalan ke tempat yang saya inginkan (tentu masih sesuai budget), saya hanya bisa tersenyum mengingat semua kenangan itu. Sunmor UGM hanya satu dari sekian perjalanan gila yang pernah saya alami. Yang akhirnya juga mendewasakan saya..

Dayung sendiri perahumu! Lokasi: Pantai Bolu-Bolu Malang

Tempat Travelling Paling Indah 

Ini dia rahasianya. Bagi kamu yang begitu suntuk dengan kerjaan, kuliah, ujian atau apa pun tapi tidak punya waktu untuk jalan-jalan, saya punya cara:

Tinggalkan handphone dan media sosial. Coba minum susu coklat sebelum jam 8 malam, tidurlah sesaat setelahnya, bangun lebih pagi, dan buatlah secangkir teh atau kopi. Saat suasana masih sangat sepi, coba duduk di loteng atau teras di mana kamu bisa melihat langit dan menikmati waktu sendirian. Hiruplah udara segar, lalu bayangkan sebuah perjalanan paling gila yang sudah pernah kamu lewati. Jangan lupa untuk menegirinya dengan mendegar musik kesukaan.

Dan...

Selamat! Tempat travelling paling indah sudah kamu temukan. Di sini. Di tempat kita bisa tenang dan bersyukur atas segala yang kita punya hari ini...  

Kalau sudah begini, jangan kaget ya jika suatu saat ada yang chat kamu, "Kamu sekarang happy banget deh, jalan-jalan terus..."

Itu dia rahasianya. Selamat mencoba! :*


 

2 comments:

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.