Monday, April 4, 2016

Melawan Dunia


Malam sudah lewat memasuki dini hari. Di luar sana langit gelap, bintang tertutup mendung dan perasaanmu begitu gelisah. Kau sudah menarik selimut sejak satu jam lalu, tapi kesadaranmu tak kunjung hilang juga. Pada detik-detik tertentu, kau mengingat lagi kesalahan itu. Perasaan yang tak bisa kau tolak karena semua sudah terlanjur terjadi. Kau kecewa pada kebodohanmu sendiri.

 Tentu saja kini air matamu mulai menetes. Kau bingung ingin menyalahkan siapa. Karena sejak dulunya, bukankah sudah puluhan guru yang mengatakan kepadamu, bahwa dunia ini hanya tempat main-main dan candaan belaka? Seharusnya kau sudah tahu sejak semula, apa pun yang kau lalui itu, hanya permainan-permainan yang tak kunjung usai mengkonyolimu.

Maka tak heran jika kau jadi marah. Menyesali rasa percaya yang telah terlanjur kau letakkan pada hati dan jiwa yang salah. Di satu sisi, kau tak bisa menerimanya. Tapi di sisi lain, apa daya? Selamat datang di dunia wahai pribadi yang terlalu lugu. Dunia ini, dunia yang palsu.

Apa yang bisa kau lakukan? Kau hanyalah manusia kecil yang tak bisa memahami apa-apa tanpa diberi tahu. Kau bahkan tak tahu bagaimana cara berjalan dengan telapak kaki, tanpa melihat ayah atau ibu berlari menggapaimu. Ya, kau tak bisa apa-apa. Kau hanya bisa melihat, dan menyimpulkan semuanya dalam pikiranmu.

Maaf jika aku semakin membuatmu menangis. Tapi kau harus benar-benar menerimanya. Jangan marah karena semua hal begitu kejam padamu. Karena ini hanya soal pengetahuanmu. Sadarlah bahwa kau bukan hidup di Surga, tempat segala kemurnian semesta menjadi satu energi.

Kepalsuan-kepalsuan ini ada untuk menunjukkan padamu, bahwa hanya Semesta yang bekerja seperti apa yang telah diamanahkan padanya. Dia tak akan mengkhianati penciptaNya. Tak akan melenceng dari tugas-tugasnya. Ia juga tak akan pernah salah meletakkan akibat dari sebab-sebab yang kau buat. Tak akan memberikanmu benci dari cinta-cinta yang telah kau tebar. Tak akan membalasmu dengan tajamnya pisau atas belaian-belaian indah yang telah kau sebarkan pada siapa saja.

Sesungguhnya kau tak perlu melawan kepalsuan itu dengan membalas membenci, mencibir atau membodohi. Karena sesungguhnya, tak ada satu pun di dunia ini yang luput dari pandangan Penciptanya.

Maka, rasakanlah selimutmu kembali. Damaikan hatimu. Tenangkan apa-apa yang terus berlalu lalang dalam pikiranmu. Tersenyumlah karena masih ada banyak mimpi dalam benakmu. Bahagialah karena Semesta akan bekerja sama membantumu mewujudkannya.

Pejamkan matamu dengan nyaman. Kau selalu ada dalam penjagaan Penciptamu. Kau aman malam ini, dan juga di malam-malam selanjutnya. Selama-lamanya...




 







No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.