Thursday, April 21, 2016

Cewek Jomblo VS Punya Pacar [Selamat Hari Kartini!]


Selamat hari Kartini!

"Cewek di tahun 2016:
Boro-boro mau memikirkan emansipasi wanita, dirinya sendiri aja masih belum bisa move on dari masa lalu..."


#EH

***

Selama saya berada di kantor hari ini, terpantau sudah 3 kali keyword 'Kartini' jadi Google Trends. Mulai dari mereka yang cari sejarah sampai foto-foto meme Kartini yang beredar luas di dunia maya. Ada juga yang mencari buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Ada juga yang upload quote-quote manis tentang perempuan di Twitter atau Instagram. Ada yang bahkan membuat resolusi!

Tentu saya ikut bangga karena dengan trending-nya keyword 'Kartini' artinya banyak orang yang mencari tahu berbagai sisi perjuangan beliau. Tapi entah mengapa, ada pikiran 'aneh' yang muncul di kepala saya saat perjalan pulang dari kantor hari ini. Tetiba saya membayangkan timeline Twitter dan Facebook. Di mana banyaknya persentase 'curhat terselebung' perempuan masa kini lewat status Facebook, Twit atau bahkan saat share sebuah tulisan yang jadi 'kode-kode' tertentu untuk pasangannya, baik yang sudah menikah atau belum.

Di sisi lain, nggak sedikit juga yang galau karena masih menjomblo di usia yang sama seperti saya (26 tahun). Mulai dari ditagih nikah, dibully atau diapain saja, yang membuat perempuan-perempuan ini 'terbebani' karena status jomblonya. Terus, kalau kedua jenis cewek ini sama-sama galau, siapa dong yang lebih bahagia?

Sebenarnya, kalau kita mau meresapi, masalahnya  bukan ada pada jomblo atau punya pasangan, tapi bagaimana kita menjadi perempuan super di setiap keadaan. Walau pun, kadang-kadang pemilihan kata 'perempuan super' ini sering jadi quote pencitraan untuk menutupi rasa galau, baper atau lelah dengan keadaan.

Contoh pemakaiannya dalam status Facebook... 

Cewek Jomblo: Buat apa pacaran atau nikah kalau nggak bahagia? Mending single, tapi jadi perempuan super! 

Cewek Punya Pacar/Menikah: Ya, ya, ya. Sekarang udah nggak jaman minta bantuan sama suami. Kalau bisa refreshing dan ngerjain apa-apa sendiri, kenapa enggak? Semangat istri-istri super!

Bisa lihat nggak persamaan dari dua status di atas? Sama-sama baper, nggak bersyukur dengan keadaan dan 'berlindung' di balik kata perempuan super. Tentu saja definisi perempuan super yang saya maksud di sini bukan yang terjadi pada kedua penulis status tersebut.

BERSYUKUR
Menjadi perempuan paling bahagia di dunia itu tidak perlu menunggu impian yang tercapai, menunggu punya pasangan ganteng - kaya- saleh, atau punya rumah, mobil dan segala-galanya. Karena rasa bahagia itu sebenarnya datang dari diri kita sendiri. Kadang kita iri melihat orang lain mendapat kebahagiaan tanpa menyadari bahwa banyak sekali orang yang menginginkan pencapaian kita hari ini. Menyindir pilihan orang lain yang menikah muda, menikah tua, atau memilih single, hanya akan menjadi tanda bahwa kita tidak bahagia dengan kondisi saat ini.


NO BAPER, MOVE ON!
Saya menuliskan ini bukan berarti lulus dari perasaan baper dan jalan di tempat. Tapi setidaknya, menurut saya inilah yang harus dilakukan oleh para Kartini masa sekarang, termasuk saya sendiri. Kecepatan dan transparansi yang terjadi di dunia media sosial sangat memungkinkan kita saling menyindir, melihat kesuksesan orang lain, saling berebut ingin terlihat bahagia, saling pamer dan sebagainya.

Sebagai contoh bagi para jomblo yang baru putus dari pacar nih. Di masa lalu, putus dari pacar adalah cukup tidak ketemu selama 3 bulan saja, jalani fase nangis-nangis sendiri dan selesai. Sekarang? Mau di-block di berbagai socmed, kalau masih ada teman yang follow doi, kamu tetap bisa kepo kan? Maka menjadi Kartini masa sekarang itu sangat sulit. Boro-boro mau memikirkan emansipasi wanita, dirinya sendiri aja masih belum bisa move on dari masa lalu...

Tapi di sisi lain, saya percaya pepatah yang mengatakan 'semakin tinggi pohon semakin keras angin yang menerpanya'. Sulitnya menghilangkan baper dan berusaha move on karena begitu cepat dan transparannya dunia ini, adalah tanda bahwa perempuan masa kini juga makin cerdas dan sangat kreatif. Banyak perempuan yang sudah membuktikan bisa melahirkan karya-karya keren, tetap menjadi ibu yang baik meski bekerja, tetap bersyukur dengan 'kejombloannya' dan produktif menebar manfaat buat banyak orang.

Betapa banyak hal yang bisa kita lakukan dengan nggak perlu kepo lagi dengan masa lalu (bagi yang jomblo) dan bersyukur mencintai pasanganmu setulus hati (bagi yang punya pacar). Sejatinya, semua orang punya permasalahannya masing-masing. Move on dengan apa pun yang ada di depan mata, adalah pilihan paling tepat, seburuk apa pun kondisi yang tengah kita hadapi...

LOVE YOUR SELF 
Sejujurnya, saya sendiri masih perlu banyak belajar dalam mencintai diri sendiri. Menjadi versi terbaik dari diri kita tidak boleh hanya  menjadi kata-kata. Coba pejamkan mata, sebut nama lengkapmu sambil membayangkan menjadi siapakah kamu 5 tahun yang akan datang? Sapalah dia. Katakan bahwa kamu mencintainya. Katakan bahwa kamu akan melakukan segala macam perjuangan untuk mewujudkan sosok yang kamu bayangkan itu.

Jomblo atau pun punya pasangan. Kita semua punya kesempatan yang sama untuk mencintai diri sendiri tanpa harus menyindir pilihan hidup orang lain. Bergeraklah. Selayaknya Kartini yang memperjuangkan hal paling tabu di masanya. Hal yang bagi siapa pun tidak mungkin saat itu, tapi justru jadi sejarah besar yang diingat banyak orang.

Selamat Hari Kartini.
Dari saya, yang berharap semua perempuan Indonesia bahagia dengan pilihannya masing-masing. Aamin!

-Nadibie-






1 comment:

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.