Monday, February 29, 2016

[CERPEN] Hymne Perpisahan


Sisa-sisa senja masih menampakkan diri. Ada garis merah di langit sana, di belakangmu yang kini sedang berdiri di hadapanku. Aku sudah bisa mendengar nyanyian nyamuk yang mulai mengeluarkan suara bising di sekitar kita. Di perumahan kecil ini, di trotoar tempat kita sering duduk bersama, bertemu sambil melihat bintang gemintang malam hari; aku harus menerima kenyataan, aku harus melepasmu.

Thursday, February 11, 2016

26: Berani Berharap, Berani Kecewa


Aku bukan pengingat yang baik. Tapi pada suatu memori, aku melihat diriku yang masih sangat kecil. Mengikatkan kain gendongan bayi untuk melilit perutku tepat di bagian tengahnya. Karena ikatan itu, aku jadi memakai sebuah rok sangat panjang hingga menyeret lantai.

Thursday, February 4, 2016

Cinta Pertama


Dia punya kulit putih dan bersih. Matanya sipit. Memakai kacamata. Dulu aku melihatnya sebagai sosok cerdas. Aku mengaguminya.

Sangat mengaguminya...