Tuesday, March 24, 2015

Indonesia's Classy Entertainment


Indonesia. Seberapa jauh kita benar-benar mengenal negeri ini?

Sederhana. Awalnya saya tidak benar-benar tahu. Tapi saat mulai bekerja di industri hiburan, melihat konten entertainment yang laris dibaca dan dikomentari, hingga memberikan ‘asupan’ baru bagi para pembaca, saya jadi mengerti ‘kelas’ dari sebagian besar manusia Indonesia. Tak ada yang salah sesungguhnya, karena toh semuanya merupakan proses pendewasaan bagi negeri kita. Tapi, ada satu hal baru yang hari ini saya temukan.
 Ini tentang film. Saya awalnya tak begitu perhatian dengan dunia film atau situs yang menyediakan artikel-artikel sejenis. Namun bagaimanapun, saya tak bisa mengelak. Bahwa Korea besar karena dramanya. Dunia bisnis Indonesia besar karena masifnya televisi. Amerika berhasil jadi adidaya karena beragam box office yang dibesarkannya.

Lalu selama ini, saya berpikir bahwa Indonesia hanya tak bisa menyesuaikan diri. Pesimis dengan pertumbuhannya. Cukup jadi penonton saja. Dan ungkapan nyinyir lainnya yang mungkin sering kamu dengar juga. Tapi entah kenapa, ada energi yang membuat saya optimis saat membaca Indonesia. Seberapa jauh kita benar-benar mengenal negeri ini?

Sederhana. Awalnya saya tidak benar-benar tahu. Tapi saat mulai bekerja di industri hiburan, melihat konten entertainment yang laris dibaca dan dikomentari, hingga memberikan ‘asupan’ baru bagi para pembaca, saya jadi mengerti ‘kelas’ dari sebagian besar manusia Indonesia. Tak ada yang salah sesungguhnya, karena toh semuanya merupakan proses pendewasaan bagi negeri kita. Tapi, ada satu hal baru yang hari ini saya temukan.

Ini tentang film. Saya awalnya tak begitu perhatian dengan dunia film atau situs yang menyediakan artikel-artikel sejenis. Namun bagaimanapun, saya tak bisa mengelak. Bahwa Korea besar karena dramanya. Dunia bisnis Indonesia besar karena masifnya televisi. Amerika berhasil jadi adidaya karena beragam box office yang dibesarkannya.

Lalu selama ini, saya berpikir bahwa Indonesia hanya tak bisa menyesuaikan diri. Pesimis dengan pertumbuhannya. Cukup jadi penonton saja. Dan ungkapan nyinyir lainnya yang mungkin sering kamu dengar juga. Tapi entah kenapa, ada energi yang membuat saya optimis saat membaca Muvila.com.

Selama ini, konten saya yang sangat ‘low class’ jauh lebih laku keras dibaca. Hal itu membuat saya berpikir bahwa memang beginilah penikmat dunia hiburan Indonesia. Pertanyaannya kemudian adalah; benarkah memang belum ada masyarakat high class yang jadi penikmat dunia hiburan kita?

Pertumbuhan super pesat pembaca situs film dan televisi, Muvila.com, membuat saya berpikir berbeda. Kenyataan berbicara bahwa penikmat dunia hiburan berkelas itu ada di Indonesia. Dan jumlahnya, sama sekali tak sedikit. Pageview sebuah situs tak bisa dibohongi. Pembaca Muvila.com bisa tumbuh hingga 40% dalam waktu 3 bulan setelah launching-nya. Tentu butuh usaha yang keras mencapainya. Tapi uniknya, usaha tersebut dilakukan dengan tujuan memenuhi ‘keinginan’ pembaca yang tak suka dengan artikel biasa.
Muvila.com melakukan banyak inovasi dalam kontennya. Tak seperti berita biasa, Muvila membuat konten yang jauh lebih tajam. Ia tak hanya ingin cerita bahwa film Cinderella dimainkan oleh si A dan disutradarai oleh si B. Mereka membahas tuntas mengapa pemeran Cinderella adalah si A, apa efeknya, bagaimana hasilnya, hingga apa yang unik darinya.

Tak ingin berpanjang lebar, saya sekarang optimis bahwa penikmat hiburan berkelas di Indonesia itu ada dan harus diperhitungkan. Mereka bukan diam, tapi rindu pada sajian yang cantik. Mereka tak membaca atau menonton bukan karena tak suka. Mereka haus pada konten dan pertumbuhan hiburan yasng sekelas bagi pengetahuannya. Bahkan saya yakin, mereka akan dengan senang hati melakukan apapun untuk menumbuhkan ‘classy entertainment’ di Indonesia.

Tentu kehadiran mereka bukan yang satu-satunya dibutuhkan. Semua oknum di industri kreatif butuh bekerja lebih keras dan cerdas. Pertumbuhan pemakai internet merupakan salah satu tanda bahwa momentum kebesaran dunia hiburan Indonesia semakin dekat. Semoga kita semua siap.

Work hard, party harder!
Work hard and harder!

No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.