Tuesday, May 27, 2014

Kerja Sederhana


Saya sedang mempercayai bahwa kerja cepat dan buruk lebih baik dari pada bekerja bagus tapi lambat.

Apa pekerjaan kita? Sesederhana apa cara kita melakukannya? Secepat apa kita mendapatkan jumlah yang banyak, tapi buruk?

Ya. Biarlah dalam target shalat kita sesederhana: shalat harus tepat waktu. Tepat waktu dalam keadaan ingin shalat atau sedang malas shalat. Biarkanlah diri kita melaksanakannya dengan sederhana. Melaksanakannya dengan apa adanya yang diinginkan oleh hati tenang, atau hati galau kita.

"Yang penting shalat tepat waktu. Itu dulu. Baru setelah mementingkan tepat waktu, kita usahakan untuk selalu khusyu'. Kalau sesekali gak khusyu' ya biarin aja. Yang penting tetap tepat waktu."

Ya. Biarlah kita sebagai pedagang terkadang menjual dengan hati bahagia dan terkadang menjual dengan hati muram. Yang penting tetap jualan. Yanfg penting toko tidak tutup. Yang penting komunikasi pada calon customer tetap berjalan. Masalah kita lagi ramah, atau lagi galak, ya biarlah itu jadi urusan setelah prioritas kita tetap membuka lapak.

"Yang penting tetap buka. Itu Dulu. Baru nanti dipikir soal gimana manajemen tokonya. Gimana cara pemasarannya. Di mana aja letak kesalahan yang harus dibenerin. Kalau sesekali rugi ya gak masalah. Yang penting kita tetap jualan. Kalau kita tetap jualan dalam kondisi apapun, nanti kita bisa tahu dimana titik-titik yang harus kita benahi."

Ya. Biarlah kita bekerja dengan sederhana. Biarkabnlah hati kita menikmati kegalauannya, dan jangan paksa ia untuk selalu tenang. Kegalauan yang diteriakkan oleh hati kita itu adalah tanda bahwa hati kita hidup. galau bukanlah kesalahan. Muram bukanlah dosa. Yakini saja, yang dosa adalah saat kita berhenti bekerja dan bergerak.

Inilah kerja sederhana. Kerja yang tak perlu banyak kata-kata dan rencana. Kerja yang didasari cita-cita. Kerja yang didasari rasa ingin terus memperbaiki.

Tak ada hal baik yang bisa dapatkan tanpa mencoba sesuatu. Tetap bekerja dengan pencapaian buruk adalah jauh lebih baik daripada kerja bagus tapi tidak pernah selesai.

Mari bekerja sesederhana. Sesederhana anak kecil yang berimajinasi impian terbaiknya, dan dikerjakan dalam karya-karya tak berbentuk.
Mari bekerja sederhana, seperti burung-burung tang terbang bebas di tengah kota, mencari makan di tengah luapan udara hitam.

Mari bekerja dengan sederhana. Dengan bahagia.

1 comment:

  1. sedikit....demi sedikit...tapi pasti dan konsisten ^O^

    ReplyDelete

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.