Thursday, October 10, 2013

Latihlah Aku


Tuhan.
Aku hamba kecilMu. Datang lagi untuk menceritakan banyak hal yang menjadi perasaan lelahku.
Kemarin Kau bilang padaku bahwa Kau mencintaiku. Kau mengatakannya lewat jalan-jalan kecil yang bisa aku lewati sedikit demi sedikit. Jalan itu sempit, tapi lama-kelamaan menjadi lebar dan melegakanku.

Tuhan, pernah suatu saat aku bisa melihat telaga besar yang akan memberikan kehidupan baru bagiku.
Pemandangan yang hijau, air yang banyak dan jernih, serta burung-burung kecil yang beterbangan dengan bebasnya. Seolah-olah mereka mengetahui kedatanganku, menyambutku dengan riang dan berkata, "Mari terbang bersama kami! Mari terbang yang jauh.. Sampai tidak kelihatan lagi dari situ.."

Tapi itu hanya kemarin.

Entah mengapa, apa alasanku untuk memutuskan pergi dari telaga itu, dan masuk lagi ke lorong-lorong gelap. Tempatku semakin sulit melihatMu. Tempatku semakin sulit menggapaiMu.

Bukankah aku masih punya banyak keinginan? Setidaknya, terbang bersama burung-burung itu? Keinginan pertamaku?

Tuhan, tapi benarkah ini hanya latihan? Benarkah ini hanya mimpi untuk mengajariku bahwa di dunia sesungguhnya; Kau selalu berpihak pada yang mencintaiMu? Benarkah ini tanda bahwa begitu besar rasa cemburuMu?

Tapi sesungguhnya Tuhan, aku tidak pernah ingin pergi dariMu. Sesungguhnya aku dan kami semua ini terlalu lemah untuk melepaskan diri dari pelukanMu.

Entah dari mana suara-suara itu berasal. Suara yang mengatakan bahwa hidup kaya adalah kenikmatan. Bahwa hidup dengan kuasa adalah kegagahan. Hidup dengan banyak wanita adalah keperkasaan. Katanya semua itu ada di sini. Katanya jalan-jalan ini adalah jalur untuk menuju kemgahan-kemegahan itu. Tapi entah sudah berapa lama aku di sini. Tak juga kutemukan apa yang aku cari itu.

Entah dari mana. Entah dari mana. Entah dari mana. Suara-suara itu.

***

Tuhan, aku tetap hambaMu yang lugu. Yang tetap bodoh tidak mengerti atas tanda-tandaMu.
Di sudut keremangan hatiku, aku ingin ada sedikit cahaya yang Kau bagi untukku.

Engakau pemilik segala kuasa. Pemilik segala cahaya. Pemilik segala perasaan cinta. Pemilik segala kekuatan sedunia.

Semalam aku melihat video tentang ombak yang begitu besar. Jatuh kembali ke atas lautan bersama angin topan. Aku bayangkan seberapa besar kekuatanMu untuk menggerakkannya. Dan dalam semalam, berapa milyar ombak yang Kau gerakkan dengan kekuatanMu.

Maka izinkanlah aku; hambaMu yang lemah dan kecil ini. Untuk meminta kekuatan satu ombak saja. Agar aku kuat menjalani hari-hariku. Agar usahaku untuk membahagiakan orang-orang yang aku cinta bisa terwujud. Agar aku menjadi manusia yang lebih banyak memberi bagi orang-iorang yang menggantungkan harapannya pada kebaikanku.

Tuhan, aku percaya ini hanya latihan. Aku akan berikan yang terbaik untukMu. Yang terbaik yang aku bisa.


*Malang, 10 Oktober 2013
* gambar diambil dari sini

No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.