Thursday, October 24, 2013

Akan Ada Suatu Masa


: Ayah

Selalu ada suatu masa. Di mana
Kata cinta menjadi tidak perlu dan erangan rindu tersendat oleh kelabu sepi

Selalu akan ada masa. Di mana
Kau bisikkan cinta lewat kernyitan dahimu, atau kau pelukkan sayang lewat amarah itu


Selalu ada masa. Di mana
Kau lihatkan kebanggaanmu lewat tugas berat dan aturan yang ketat

Selalu ada masa. Di mana
Kepercayaanmu lekat lewat perintah ini, itu atau apapun. Dan setelahnya kau hadir dalam malam-malam yang panjang; membicarakannya padaku

Selalu ada masa. Di mana
Kau gendong aku tinggi-tinggi, lewat rekah senyummu yang tak pernah berat dan kau puji aku banyak-banyak lewat kecupan di kening sehabis shalat

Selalu ada masa. Di mana
Kopimu habis, dan aku menyeduhkan yang baru. Sedangkan tak ada yang lain dalam bathinku selain kalimat, "Inilah kewajibanku."

Tapi itulah kau dan aku. Itulah beda antara kau dan aku.

Pun itu bukan kewajibanmu, ayah. Entah kenapa aku selalu merasa kau akan melakukan hal yang sama. Andaikan mendidikku bukanlah perintah Tuhan, aku selalu merasa kau akan melakukan hal yang sama.

Andaipun membuang buah hati itu halal, aku selalu yakin kau tetap akan menggendongku tinggi-tinggi, membuat aku geli dan tertawa riang memelukmu.

Dan akan ada suatu masa, dimana
aku memapahmu berjalan.
dengan cinta yang tidak sepenuh engkau
dengan perlindungan yang tidak sehebat engkau

Dan sebuah sudut rasa bersalah.

 

6 comments:

  1. Replies
    1. makasih abang Cahya.. berkat abang jugaa :)

      Delete
  2. it is so sweet, sweetheart :)
    somehow love does not need any verbal language,
    to my dad, it's about, integrity, responsibility :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. sosok ayah sering begitu ya mam.. ga banyak bicara soal cinta :')

      Delete

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.