Monday, January 14, 2013

Perempuan (Fiksi)


"Dia tidak tidur! Tidak sepersekian detikpun! Kau harus mencatatnya, mengingatnya setiap waktu.. Mama menyayangimu. Mama ingin kau disayangNya. Tidak ada harapan lain selain itu. Hanya itu dan hanya itu..", Annelis tua terus menerus mengoceh pada anak perempuannya.
"Iya ma.. Tenanglah. Gina akan mengingat itu setiap waktu.."

"Termasuk saat akan memilih pasangan hidupmu?"

"Iya ma.. Pasti. Gina akan buat apapapun yang Gina lakukan dan siapapun yang Gina pilih untuk berjuang bersama menuju Tuhan. Yang sepersekian detik-pun tidak akan tidur..", Gina masih mmbenahi barang-barangnya.

"Eropa bukan tempat yang dekat dari mama, Na.. Mama takut. Pasti besok pagi saat mama bangun mama akan mulai merindukanmu.. Seperti mama merindukan papamu.."

Gina tersenyum. Memeluk mamanya. Merasakan degup jantung perempuan hebat yang merawatnya. Perempuan itupun menginginkan Gina menjadi hebat. Gina terus ingin menjadi hebat.

"Jadi, apa kau sudah memutuskan Na?" mama melepas pelukannya tiba-tiba.

Gina hanya tersenyum. Malu. 

"Belum tau, ma.. Pasti sebelum memutuskan Gina akan bilang. Akan minta pendapat sama mama.."

"Siapapun dia. Seburuk apapun dia. Asal kau mau berjanji sama mama semuanya untuk Tuhan dan menuju Tuhan, mama akan lega Gina.."

"Mama.. mama hebat!" Gina memeluknya lagi.

"Mama mencintaimu, sayang.." terharu. Menitikkan air mata. Gina juga.

No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.