Monday, January 14, 2013

Perempuan (Fiksi)


"Dia tidak tidur! Tidak sepersekian detikpun! Kau harus mencatatnya, mengingatnya setiap waktu.. Mama menyayangimu. Mama ingin kau disayangNya. Tidak ada harapan lain selain itu. Hanya itu dan hanya itu..", Annelis tua terus menerus mengoceh pada anak perempuannya.