Tuesday, July 10, 2012

Bila Harus Berdarah (Untukmu)

-- Fiction (1)

 

Tahukah kau, dulu aku pernah bangun sebelum subuh dan hanya memandangi wajah seseorang yang cuma bisa kurindukan dalam diam?
Aku mengaguminya, seperti dewa yang begitu tak punya kelemahan.
Aku memujanya, lalu pujian-pujian itu tak sampai langit-langit mulutku. Aku menelannya kembali.

Tapi, tidak saat denganmu.