Monday, July 2, 2012

Detak

Ada detak yang tak biasa hari ini. Kau datang dengan senyman yang berbeda. Dengan pakaian yang berbeda. Dengan kendaraan yang berbeda. Tapi bukan itu yang paling memberiku detak tak biasa itu.

Aku mendengar jam dinding berdecak lebih keras, semakin meyakinkanku bahwa detak di dada ini benar-benar tak biasa. Kau semakin mendekat. Langkahmu melambat setelah tundukan wajahku mengangkat. Mungkin kau melihatku dengan wajah pucat. Mungkin aku melihatmu tanpa air muka yang terbaca. Entahlah, tapi detak itu berdebum semakin cepat dan keras. Dadaku sesak. Aku mau pingsan!