Thursday, November 22, 2012

Keluasan Hati


Kita pasti sering mendengar kata-kata bijak, "Kaya hati akan membuat anda kaya harta". Tapi di sisi lain, kita juga sering ungkapan orang yang mengatakan, "Tidak apa miskin harta, yang penting kaya hati". Saya tidak menyalahkan prinsip siapapun dalam definisi kaya-miskin oleh hati-harta. Saya hanya ingin mengungkapkan ini..

Kekayaan memang tidak bisa diukur dari saldo rekening, investasi, aset ataupun hutang.
Tapi kekayaan hati punya definisinya sendiri:

Saat tak ada yang perlu kita khawatirkan.
Saat kita pasrahkan seluruh jiwa, raga dan harta pada Tuhan.
Saat kita percaya semua milik Tuhan --lalu kepantasan dan ikhtiyar kitalah yang akan mengizinkan semesta memberikan harta-harta (milik Tuhan itu) pada kita.

Saat tak ada yang perlu kita sesali sebab tak ada satupun yang luput dari penglihatan Tuhan. Saat harapan menggema sekencang-kencangnya, karena keyakinan bahwa semuanya MUNGKIN jika MELIBATKAN TUHAN.

Saat impian-impian dirajut dalam hati, dan tujuannya adalah untuk kasih sayang Tuhan.
Saat semua halangan menjadi proses belajar sesungguh-sungguhnya dan dengan keteguhan hati mengupayakan apa yang ada untuk meninggikan derajat kita di hadapan Tuhan.
Saat yakin bahwa memberi itu imbalannya akan lebih banyak  untuk kita sendiri ketimbang untuk orang yang kita beri --karena itu janji Tuhan.

Saat kita merasa terjatuh, dan bangkit dalam kekuatan penuh untuk mencintai pekerjaan apapun, mencintai masalah apapun, mencintai proses apapun, mencintai hadiah apapun, mencintai keterpurukan apapun, dan mencintai pembelajaran apapun, karena yakin semua milik Tuhan. Semua dioatur Tuhan. Semua atas izin Tuhan.

Maka apalah lagi yang harus kita keluhkan? Kebahagiaan mana lagi yang harus kita dustakan?
Berjuanglah! :)

No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.