Monday, November 26, 2012

Antara Bisnis, Teknologi dan Budaya Korea



Sebenarnya, belum banyak yang saya pelajai dari Korea, terutama budaya-budaya tradisionalnya. Soal K-Pop saya juga agak kuper. Kalo Korean Drama lumayanlah, tapi tidak segila anak-anak SMP-SMA jaman sekarang yang bisa memajang puluhan poster boy band ukuran besar dalam satu kamar saja. Saya juga tidak ada passion dalam manga, komik dan sejenisnya. Tapi saya ingin cerita tentang pandangan saya terhadap perkembangan pesat negeri pesain Amerika dan Jepang tersebut.

Perhatikanlah ini. Video yang sebenarnya biasa, tapi membuat saya gemetar tak sabar ingin menyainginya.



Saya masih ingat bagaimana ekspektasi besar dunia terhadap iPad saat pertama kali dipresentasikan Steve Job, tentu saja saat beliau masih hidup. Saat itu saya juga merasa Amerika begitu keren, begitu beruntung memiliki Steve Job yang khayalannya besar, begitu pula kerja kerasnya menggapai khayalan-khayalannya. Saya masih ingat bagaimana iPad diperkenalkan dan seluruh mata tertuju pada apple. Seingat saya, sejak saat itulah dunia di sekeliling saya mulai banyak membicarakan, menyentuh, 'mengkonsumsi' dan mulai memamerkannya di mana-mana (termasuk produk apple yang lain). Apple jadi populer dan bukan lagi barang 'hanya untuk orang kaya'.

Saya juga tidak punya kapabilitas banyak untuk membicarakan teknologi dan spesifikasi Apple maupun Samsung. Yang mau saya bagi di sini adalah pandangan saya. Bagaimana Korea (dalam hal ini Samsung) benar-benar berhasil membuat perusahaan-perusahaan dunia kelimpungan dengan modifikasi-modifikasi 'gila'nya. Terlebih lagi sejak Steve Job mangkat; Apple jadi rempong sekali menuntut Samsung sana-sini --yang dengan itu justru benar-benar memerlihatkan habatnya Samsung.

Kita mulai dari film Korea (dan Produk Budaya Lainnya)

Korea, seperti layaknya seorang pengusaha kecil yang punya cita-cita bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar tentunya tidak memiliki modal materi yang besar saat memulai usaha kecilnya. Saya mengamati, awal Korea memulai perjuangannya sebagai 'pengusaha kecil' ini saat film Endless Love menjamur di Indonesia. Saat itu, saya masih Tsanawiyah kalau tidak salah, tapi saya rela menonton film tersebut untuk mengikuti jalan ceritanya yang mengais-ngais hati (anak SMP-an seperti saya) :p. Tapi jujur, setelah itu Korean movies maupun sereals berangsur-angsur banyak menjamur di Indonesia.

Saya pernah juga membaca berita bahwa sereal-sereal drama Korea dijual murah ke Indonesia, dengan cerita yang bermacam-macam uniknya. Setalh itu, mulai muncullah boy dan girl band. Lalu mulai muncul korean fashion, yang barang-barang palsunya banyak dijual di pasar-pasar tradisional --entah KW keberapa. Yang saya heran, mereka tidak pernah marah dan melakukan branding atas korean movies seperti yang dilakukan FOX, Universal atau industri-industri film Amerika. Jarang ada film Korea yang masuk bioskop atau kampanye untuk membeli film-film aslinya. Ya! Mereka justru senang dengan berbagai macam pembajakan, entah itu film, sereal drama, musik, fashion, bahasa dan lain sebagainya. Mereka sangat senang! Dan sebagai penikmat pembelajaran urban culture, saya menilai KOREA SANGAT CERDAS!!!

Jadi Pengusaha yang Sesungguhnya

Ya! Produk budaya bukanlah hal yang sulit untuk dibuat dan bukan hal yang mahal untuk di'obral'. Film, musik, pakaian adalah hal-hal simpel yang modalnya sangat mungkin untuk ditekan sesedikit mungkin. Ini adalah salah satu bentuk strategi yang sangat mungkin dilakukan oleh 'pengusaha kecil' yang punya citya-cita melawan perusahaan-perusahaan dunia. Produk budaya adalah kata kunci dari kesuksesan Amerika menjadi adidaya dan saya yakin Korea juga memikirkan hal yang sama. Itulah sebabnya mereka mengobral segala macam bentuk produk budaya untuk merasuk menjadi sebuah cara pandang yang populer tentang; lelaki ganteng, perempuan cantik, warna yang indah, kisah yang romantis, bentuk fisik manusia yang sempurna, musik yang asyik dan lain-lain yang masih banyaaaak lagi.

Sembari itu, 'para pengusaha' bekerja menjual produk-produk kecil yang layak diakui bersaing dengan produk-produk dunia (yang mapan terlebih dahulu), dengan harga yang murah. Contohnya, Samsung Galaxy Mini yang sampai sejak awal 2011 saya miliki. Saya masih ingat saat itu harganya Rp. 1.700.000,00: sangat murah untuk ukuran smartphone. Setelah membeli smartphone mini tersebut, Samsung gencar mengeluarkan produk-produk lainnya, seperti Tab, Note, Samsung ATIV dan banyak produk-produk berkembang lainnya. Awalnya saya berpikir; gak keren banget nih Samsung. Barangnya kan jadi pasaran!

Ooo, ternyata tidak diduga, tidak disangka. Produk Samsung justru terus berkembang menjadi produk-produk dengan inovasi terbaru yang nyaris belum dimiliki Apple, Nokia, Motorola ataupuun yang lainnya. Berita terakhir, perusahaan-perusahaan elektronik raksasa Jepang terancam gulung tikar.

Korea memulai menjadi pengusaha besar dunia yang sesungguhnya. Di Jogja ini, saya mulai melihat KIA dan Hyundai merambah pasar dengan strategi yang sama dengan Samsung. Bisa jadi Toyota tersingkir dalam kurun waktu tertentu: bisa jadi. Dan masih juga bisa jadi, Korea punya letupan-letupan lain setelah ini, karena saya sering lihat akhir-akhir ini semakin banyak mahasiswa-mahasiswa dari Korea belajar di UGM dan UNY --entah apa yang sedang mereka persiapkan. Hati-hati yah Jepang dan Amerika! :D

Nah, lihat juga ini. Perhatikan bagaimana bisnis, budaya dan Teknologi Korea mulai menjadi raja!



Kapan Indonesia?

Nah, saya tidak mau berlama-lama terheran-heran kagum dengan kerja keras Korea.
Memang butuh waktu yang lama mengamati perkembangan Korea, membaca literaturnya, pergi ke sana mungkin, atau melakukan hal lain yang bisa membuat pemahaman strategi Korea.
Tapi, Indonesia punya potensi besar!
Anak-anak yang makan ikan laut ASELI (baca: organik) di desa-desa punya IQ yang tinggi. Gizi mereka banyak. Sekolah-sekolah teknologi juga banyak dan besar-besaar!
Sayangnya, kita belum berpikir agar Indonesia jadi semakin majuu!
Mari  mulai memikirkan tentang 'kita' dari pada 'aku'. Mari BERHENTI banyak bekerja untuk negeri lain, mulailah bekerja keras --meninggalkan posisi nyaman untuk jatuh-bangun membangun Indoneisa. Jadilah pahlaan masa kini!
Kerja untuk 'kita' memang akan lebih berat, tapi tak bisa dipungkiri kalau bersama itu membuat kita lebih hebat dan kuat!

Saya mau melanjutkan belajar dan berkarya. Gimana dengan temen-temen? AYOOO!!! :)


11 comments:

  1. makasiiih mas ajar! ayo terus BERKARYA! :D

    ReplyDelete
  2. korea...emang Iwaw, tapi indonesia sdg belajar untuk lebih iwaw ..!!! (salam kenal : http://miftahrf.blogspot.com/)

    ReplyDelete
    Replies
    1. akan WOW atau tidak, Indonesia menaruh harapan pada anak mudanya. salam kenal juga Miftah.. terus berkarya ya! :)

      Delete
  3. Pemerintah Korea sadar betul dengan apa yang harus mereka lakukan untuk 'menguasai dunia', terang aja ekspor K-Pop, K-Drama, teknologi, pola pikir sampai ke makanan korea sukses besar. Setau aku, sektor industri kreatif ini termasuk salah satu penghasil uang saku terbesar pemerintah Korea.
    Kalau Indonesia ingin merubah pola pikir untuk maju, jelas 'Isi' otak-otak pemegang kekuasaan harus diganti dengan otak-otak pemikir yang kreatif dan pejuang kemajuan.
    ;) Fight for Furure!

    ReplyDelete
    Replies
    1. but I'm surely believe, bahwa pemerintah tidak akan pernah berubah tanpa masyarakat 'sadar' yg bergerak. masyarakat yg sadar harus didorong, diajak, gotong royong utk membangun sesuatu yg baru. semangaat damai! :)

      Delete
  4. Pemerintah Korea sadar betul dengan apa yang harus mereka lakukan untuk 'menguasai dunia', terang aja ekspor K-Pop, K-Drama, teknologi, pola pikir sampai ke makanan korea sukses besar. Setau aku, sektor industri kreatif ini termasuk salah satu penghasil uang saku terbesar pemerintah Korea.
    Kalau Indonesia ingin merubah pola pikir untuk maju, jelas 'Isi' otak-otak pemegang kekuasaan harus diganti dengan otak-otak pemikir yang kreatif dan pejuang kemajuan.
    ;) Fight for Furure!

    ReplyDelete
  5. http://www.youtube.com/watch?v=s7YvXgHe5UY

    ReplyDelete
  6. http://www.youtube.com/watch?v=s7YvXgHe5UY

    ReplyDelete

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.