Friday, July 20, 2012

Hasut (Selamat Berpuasa Tanpa Apologia)

Aku mendatangimu. Di profile-facebookmu. Mencari-cari status yang membuatku dapat terkekeh mengejekmu. Atau mencari rasa iri yang timbul pada setiap status-status bahagiamu.

Padahal keslaahanmu tidak sebesar itu. Menurutku.
 Tapi aku tetap membuka foto-foto di album profile-facebookmu. Aku menelusuri badanmu yang bertambah gendut atau kurus. Lalu mencari foto-foto yang membuatku terkekeh mengejekmu. Atau mencari rasa iri yang timbul pada setiap momen-momen bahagiamu yang terpancar lewat senyuman manis.

Tuesday, July 10, 2012

Bila Harus Berdarah (Untukmu)

-- Fiction (1)

 

Tahukah kau, dulu aku pernah bangun sebelum subuh dan hanya memandangi wajah seseorang yang cuma bisa kurindukan dalam diam?
Aku mengaguminya, seperti dewa yang begitu tak punya kelemahan.
Aku memujanya, lalu pujian-pujian itu tak sampai langit-langit mulutku. Aku menelannya kembali.

Tapi, tidak saat denganmu.

Saturday, July 7, 2012

Kutipan Teks dari Muhammad Abduh: Kembali pada Toleransi dan Kebebasan Islam

Tulisan ini hanya kutipan teks dari buku Muh. Abduh yang berjudul, "Ilmu dan Peradaban Menurut Islam dan Kristen". Saya ingin menuliskan ulang dan membaginya, karena begitu kagum dengan isi teks ini. Saya merasa, kita perlu meneladani pembaharu Islam di masa silam untuk mengembalikan semangat berilmu dan beradab yang telah mereka lakukan berabad-abad yang lalu.

Mengapa harus tulisan ini? Karena tulisan ini menggambarkan suasana. Penggambaran suasana selalu bisa kita nikmati dengan membayangkannya ada di depan mata kita. Membuat semangat kita lebih bergemuruh. Dan cita-cita kita dapat kembali, untuk menjelajahi seluruh angkasa, seperti yang diajarkan oleh orang-orang dalam tulisan ini.

Membaca Pikiran Syekh. Moh. Abduh

Saya pernah ingat bahwa Moh. Abduh adalah salah satu guru dari KHA. Dahlan saat belajar di timur tengah. Darinyalah KHA. Dahlan belajar modernitas dan menyuguhkannya di Indonesia dalam bentuk gerakan-gerakan pencerahan. Beliau yang mengajarkan bahwa ummat Islam membutuhkan pencerahan.

Sebenarnya, pencerahan ini sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW, dilanjtkan dengan khalifah dan sampai ilmuwan Islam di abad pertengahan. Tapi pencerahan ini kemudian terbaca menyusut, menyusul kemudian tersebarnya sekueritas dalam budaya manusia. Akhirnya, yang mengurus ilmu pengetahuan adalah ilmuwan. Dan yang mengurus agama adalah agamawan. Lalu selesai. Padahal sesungguhnya, yang demikian bukanlah yang dicita-citakan agama, yang tertuang dalam berbagai ayat Al-Qur'an dan sabda nabi.

Monday, July 2, 2012

Detak

Ada detak yang tak biasa hari ini. Kau datang dengan senyman yang berbeda. Dengan pakaian yang berbeda. Dengan kendaraan yang berbeda. Tapi bukan itu yang paling memberiku detak tak biasa itu.

Aku mendengar jam dinding berdecak lebih keras, semakin meyakinkanku bahwa detak di dada ini benar-benar tak biasa. Kau semakin mendekat. Langkahmu melambat setelah tundukan wajahku mengangkat. Mungkin kau melihatku dengan wajah pucat. Mungkin aku melihatmu tanpa air muka yang terbaca. Entahlah, tapi detak itu berdebum semakin cepat dan keras. Dadaku sesak. Aku mau pingsan!