Sunday, June 24, 2012

Refleksi Sederhana: 99 Cahaya di Langit Eropa

Penyesalan dan Pencerahan

Teman, saya mengaku bersalah karena telah sangat terlambat membaca buku ini. Dan setelah membacanya, banyak hal yang saya rasa wajib saya bagikan, supaya ada sedikit pencerahan dalam kegelapan kondisi bangsa kita hari ini. Ya ~ sedikit cahaya akan sangat berarti.

Teman, kita telah dihantui rasa saling menodong, menyalahkan, membenarkan diri, dan memerangi. Mungkin kalian sering membaca berita di koran tentang korupsi, kriminalitas, suasana lingkungan dengan udara yang kotor, baliho-baliho perempuan cantik untuk promosi susu pelangsing tubuh, dilema konser-konser artis luar negeri atau bahkan konflik antar-agama yang masih belum berhenti.

Hanya ingin mengajak setiap kita mengingat, bahwa Islam pernah membawa pencerahan pada kegelapan yang terjadi berabad-abad lamanya. Kegelapan itu diawali saat Galileo Galilei menemukan bahwa pusat tata surya bukanlah bumi, melainkan matahari. Pihak gereja saat itu tidak terima, dan menberikan doktrin untuk menjaga iman dengan membatasi kebebasan berpikir (termasuk berilmu, berkesenian, dan berkarya).

Sampai akhirnya Averous dan Avicena membawa ruh pencerahan dari ilmu pengetahuan. Dia memperkenalkan the double truth doctrine, dua kebenaran yang tak terpisahkan antara agama dan ilmu pengetahuan. Untuk membuat segala hal menjadi lebih mencerahkan: teknologi, kesenian, aturan-aturan sosial, dan lain sebagainya. Tapi karena masa pencerahan itu, ada sebagian pihak, dengan jumlah yang tidak sedikit, mengalami 'trauma' pada agama. Alhasl, berkembanglah ateisme dan sekulerisme.

Kira-kira itulah hal terbesar yang saya dapatkan dari tulisan Hanum Rais di buku ini. Saya merasa banyak hikmah dan karakter Islam di masa lalu yang tidak dengan gamblang di ajarkan pada kita, setidak-tidaknya saat saya belajar sejarah Islam dulu. Kita hari ini, lebih cenderung menganggap agama sebagai ibadah saja. Padahal lebih dari 1000 tahun yang lalu, Islam pernah memimpin dunia dengan sikapnya yang mencerahkan dan membawa perdamaian.

Maka saya hanya ingin mengingatkan kepada diri kita semua, bahwa di manapun kita (sebagai muslim) semestinya menjadi agen muslim yang baik. Klausa ini saya dapatkan juga dari tulisan mbak Hanum di buku ini, saat ia bertemu dengan seseorang bernama Fatma dari Turki. Menurut saya kehadirah tokoh Fatma sangat menginspirasi sikap kita sebagai seorang muslim hari ini.

Menjadi Agen Muslim yang Baik

Saya memilih untuk membahas secara khusus klausa ini. Saya terkesan pada sebuah cerita, saat mbak Hanum dan Fatma sedang berjalan-jalan menyusuri kota Wina, Austria. Suatu saat di sebuah kafe usai mereka bepergian, mbak Hanum mendengar sekelompok orang, mungkin berbangsa Amerika, berbicara dalam bahasa Inggris tentang sejarah roti croissant. Sekelompok orang itu sedang bercanda dan bercerita bahwa roti croissant adalah lambang kekalahan Islam di kota Wina. Memakan croissant seperti memakan simbol Islam.
Fatma yang tidak mengerti bahasa inggris mempercayai kelihaian mbak Hanum dalam berbahasa inggris yang mengatakan bahwa mereka sedang mengejek Islam. Lalu Fatma, tanpa perkiraan, melakukan 'perlawanan' yang sanagt elegan. Ia menghitung berapa banyak makanan yang dihabisi sekelompok orang itu, dan membayarkan tagihan yang harus dibayarkan. Lalu dia menunjukkan sebuah pesan, "Hi, I'm Fatma, a muslim from Turkey" disertakan dengan alamat emailnya. Fatma malah memberi keleluasaan sekelompok orang tadi untuk berteman dengan mencantumkan alamat email.

Dan satu hal sekarang begitu saya ingta: mari kita menjadi agen muslim yang baik, di manapun kita berada.

Recommended! 

Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Bagi yang sudah baca, mari kita memulai menjadi agen muslim yang baik. Menebarkan ruh Islam Rahmatan lil'alamin, sebagai usaha kecil untuk pencerahan!

Dan pastinya, mari belajar ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan bekerjasama untuk membangun peradaban yang lebih baik! :)

1 comment:

  1. twit dari mas Rangga Almahendra untuk mengomentati review ini :)
    terimakasih mas Rangga sudah mau mampir baca.. :D

    https://twitter.com/rangga_alma/status/216774817876160514#

    ReplyDelete

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.