Friday, June 15, 2012

LangkahMu yang Seribu


Tuhan, dalam saat-saat getir aku selalu lebih mengingatMu ketimbang biasanya.
Tapi tak apa, aku sangat berbangga telah diberiMu rasa getir itu,
Setidaknya aku bisa mencari celah kecil untuk ku ikuti,
dan menemukanMu suatu hari..

Tuhan, dalam tangisan aku selalu merapatkan langkahku.
Seperti anak kecil yang sedang bermain-main dengan hujan:
melupakan mamanya, lalu pulang saat minta lukanya diobati
Tapi aku begitu berbangga dan bersyukur atas luka-luka itu, Tuhan..
Karena dengannya kau bisa melangkahkan kaki padaMua..

Tuhan, saat kecil ayah pernah cerita padaku.
Bahwa saat aku melangkah sedikit, Kau menyambutku dengan ribuan langkah..
Tuhan, aku mau berlari secepat mungkin untuk kembali..

Aku mau menjadi seperti sambaran kilat, hingga aku kembali tahu bahwa sebenarnya Kau di sini,
begitu dekat.
begitu nyata.
begitu telah lama aku khianati.

Maaf.
Ampun.
Maaf yang secepat kilat.
Ampun yang secepat kilat.

No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.