Tuesday, June 26, 2012

Catatan Sederhana: PIR Budi Mulia 3 Tahun Silam


Saat itu saya sedang "gila-gilanya" jadi aktivis. Ke sana ke mari, belajar dan mengajar, berkarya dan bekerjasama, bermain dan bertengkar, berlari dan bercerita, berdemo juga.

***

Bukan rahasia, i'tikaf adalah sebuah ibadah yang termasuk sulit dilakukan dengan sempurna, terutama di Indoensia. 

10 hari menjelang hari raya idul fitri adalah hari-hari sibuk bagi sebagian besar kita: membersihkan rumah, membuat kue, mencari baju-sepatu-tas baru, hingga memadatkan jadual buka bersama yang sudah penuh sejak hari pertama puasa. Tapi kami, adalah anak-anak tengil yang mengototkan diri untuk mengaji di sepuluh hari terakhir hingga dengan rela mengulur-ngulur waktu pulang kampung, rela menerima omelan dari orang tua yang sudah terlampau kangen puasa bersama.

Saya sendiri mengikuti i'tikaf ini dengan sedikit setengah-setengah. Pagi harinya harus mengurus tiket kepulangan adik, rapat-rapat organisasi, buka bersama, hingga bermain. Beberapa malam saya lewatkan karna harus menjalani hari-hari berhalangan shalat. Sayang sekali, sebenarnya. Tapi ada hal lain yang saya dapatkan dari PIR di Budi Mulia.

Inilah catatan sederhana saya tentang kegiatan ini: hikmah. Saya belajar sangat banyak. PIR adalah tempat saya pertama kali bertemu dengan teman-teman aktivis yang heterogen asal organisasinya, pemikirannya,  hingga prinsip-prinsipnya. Uniknya, di sana tidak ada intervensi ideologi yang terjadi; semua mementingkan ibadah dan toleransi dengan tujuan belajar lebih dalam lagi. Saat-saat itulah saya mendalami pemikiran Prof. AMien Rais, dengan slogannya "Selamatkan Indonesia!". Saat-saat itulah awal di mana saya mulai belajar keberpihakan ekonomi, kondisi sosial, sejarah pertempuran antarumat beragama di dunia, hingga nafas-nafas keilmuan yang dibawa Islam hingga hari ini.

Saya tidak bisa mencatat apa-apa selain manfaat yang saya dapat. Hari ini, saya banyak menulis untuk menebarkan pikiran hasil perenungan-perenungan. Melakukan keputusan-keputusan diri. Saya sedikit bisa membaca alur politik negeri ini, dan memiliki keberpihakan yang jelas dalam hal eksploitasi ekonomi. Saya banyak belajar, berdiskusi lebih lanjut, membuat karya, melakukan banyak aksi, hasil dari awal karier saya di dunia perjuangan: PIR 2009.

***

Al'ilmu nuurun wa nurullahi laa yahdii lil ma'asyii..
Jangan lewatkan hari-hari indah ini ya! 
Recommended untuk kalian yang ingin berjuang demi keridhaan Allah! :)



No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.