Sunday, May 20, 2012

Tidak Takut Gelap

Awalnya hidup baik-baik saja, sampai akhirnya kita punya keinginan-keinginan. Segalanya berubah saat kita mulai mengerti. Mungkin kita semakin mencintai sesuatu, mungkin juga semakin membenci sesuatu.

Awalnya kita baik-baik saja. Sampai sebuah kondisi yang kita inginkan tidak hadir pada waktu yang telah kita rencanakan. Lalu kita harus mulai meminta maaf. Meminta pertolongan. Dan mengucapkan terimakasih.

Awalnya semua baik-baik saja. Sampai kita mengenal arti sakit dan senang. Kita takut untuk kesusahan, dan merasa bangga saat berhasil. Kita tahu ada hal yang tidak pantas tapi tetap kita lakukan. Kita tahu ada hal yang harus, tapi tidak kita kerjakan.

Awalnya semuanya baik-baik saja. Saat dulu kita belum mengenal angka, dan rasa iri jika dia dapat sekian mengapa kita hanya sekian. Saat dulu kita belum mengerti kata, sehingga kita tak tahu bahwa ada yang berbohong dan ada yang jujur. Saat dulu kita belum bisa memutuskan apa yang kita tuju dan apa sebenarnya arti sebuah harapan.

Tapi kita manusia. Kita tetap manusia yang begitu terbatas. Begitu lenyap untuk saling melihat. Begitu setengah-setengah untuk saling menilai. Begitu saling tidak lengkap dan saling bingung. 

Awalnya diri kita yang melihat semuanya. Lalu kita lihat satu orang yang matanya menyiratkan pertanyaan yang sama. Lalu orang ketiga yang mencari teman senasibnya. Lalu orang keempat, kelima, kesepuluh, keseratus, kesepuluhribu, kesejuta, keseratusjuta, kesemuanya. Ya, layar itu semakin jauh ke atas memonitor kita dan tak terbayangkan seberapa tingginya dari atas kepala.

Namun sebuah tirai terbuka. Memerlihatkan titik tipis yang dapat ditangkap kamera itu dari ketinggian yang entah tak terhingga: kita adalah seberkas kecil titik yang kegelapan. Tak bisa apa-apa. Tak tahu apa-apa.


***

Tapi semua itu milikMu Tuhan
Semua itu kuasaMu
Semua itu atas izin dan sayangMu

Tuhan, aku tahu semua itu gelap bagiku
Tapi aku tidak takut gelap!
Aku sedikitpun tidak akan takut!

Atas nama kepasrahan penglihatanku pada Ke-Maha-Melihat-anMu
Atas nama ketundukan hatiku pada Kekuasaan TakdirMua
Atas nama kematianku yang aku taruhkan pada KeabadianMu

Aku tidak takut gelap. Tidak akan takut!


***

Malam larut menelan suara-suara bising yang mulai lengang..
Aku tahu malam ini gelap, tapi cahayaMu tetap terang..
Aku tetap akan selalu meminta penglihatan ya Rabb..
Penglihatan dalam kegelapan, dalam kepasrahan terdekap di pelukanMu..






*Video diambil dari youtube
*Gambar diambil dari sini

2 comments:

  1. padahal aku terbiasa menutup mata dan lari dari rasa takut..

    thanks mb, sangat menjernihkan sudut pandangku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. you're welcome!
      makasih Damaaai, udah mau mampir :)
      semoga selalu bermanfaat. amiin..

      Delete

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.