Saturday, April 14, 2012

Untuk Adikku dan "Ujian"mu


"Ada do'a yang tertuang dimana-mana, ya Tuhan! Di Indonesia!", ucap seorang malaikat.

Tuhan tentu sudah lebih dulu Tahu dan ribuan kali lebih memahami apa yang terjadi. Dan malaikatpun tahu betul akan kemahatahuan Tuhan. Tapi malaikat tetap menyebutkannya: berdecak kagum.
 
***
"Mengapa pula kau harus mengagumi mereka hai malaikat? Aku saja merasa biasa, tidak ada yang menyedihkan buatku!", timpal setan meremehkan.

"Sayang sekali mas setan, aku tetap bersyukur kepada Allah karena mereka sudah bersujud, bertasbih, memohon ampun, bersholawat dan saling menyambung silaturahim," Malaikat tak mau kalah.

"Yah, kita lihat saja tahun depan. Pasti yang begini kejadian lagi.. hehehe", ucapan terakhir setan membuat mereka berdua sama-sama terdiam.

***

Teruntuk adikku, yang sedang menanti waktu yang dianggap penentuan. Hari-hari menegangkan..
yang dalam setiap doanya terselip tangis harapan untuk tidak mengecewakan orang tua kalian..
yang dalam sujud kalian tertasbih nama Tuhan yang tak henti-hentinya kau ucapkan..
aku hanya ingin katakan: bahwa doa itu bukan mantera pengusir sial. Ia bukan seserahan bak sesaji untuk penghuni laut, hutan atau gunung..
Ia adalah sekumpulan harapanmu, yang kau minta pada Sang Maha..
Sang Maha yang begitu tidak membutuhkan ocehan minta-minta dan tangismu..
Sang Maha yang tak butuh pujianmu: sama sekali tidak butuh!


Kawanku, adikku, saudaraku..
Degarlah ini 
--- bahwa meluluskanmu dalam ujian nasional adalah hal yang begitu mudah bagi Tuhanmu, tapi ketuhanan Tuhanmu, adalah selamanya: tidak hanya sampai pada hari kelulusanmu saja. Ketuhanan Tuhanmu tak akan mati sampai kapanpun. Bukan hanya kuasanya yang kau harap akan memberi keajaiban untuk lulus saja! Tapi kemahatahuanNya atas apapun yang kita lalui. Juga keridhaanNya yang akan membawamu sampai di surga..

Dengarlah ini
--- aku begitu bangga melihat perjuangan dan kepasrahan kalian pada Tuhan kali ini. Tapi kehambaanmu di mata Tuhanmu tidak hanya sampai ujianmu selesai atau kelulusanmu telah terjadi. Kehambaanmu adalah mulai ruhmu ditiupkan dalam jasad itu, lahir, tumbuh dan menghadapi semuanya hingga sekarang. Kehambaan yang begitu kau butuhkan untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaanmu. Menjawab seluruh kegelisahan-kegelisahanmu..

Adikku, dengarlah ini
--- aku begitu haru dengan tangisan-tangisanmu dalam tasbihmu. Tapi tasbihmu bukanlah sampai pada hari penobatanmu sebagai mahasiswa saja. Tasbih-tasbihmu itu, justru begitu indah kau lantunkan saat kau merantau nanti. Saat kehabisan uang dan kau mendapat rezeki. Saat kau menemukan pasangan hidupmu. Saat nanti kau mewujudkan mimpimu. Bahkan saat kau melepas napas terakhirmu..

Adikku, perhatikanlah ini
--- aku begitu semangat melihat semangatmu yang membara! Tapi semangatmu akan begitu kau rasa saat nanti kau mulai terjerembab dengan masalah-masalah yang mengikat. Dengan deadline-deadline yang mencekik. Dengan keadaan-keadaan yang sulit. Kau akan melihat seluruh tujuan itu lebih jelas: lebih terang ada di depan matamu. Dan indahnya semangat itu akan begitu sangat berharga saat semuanya telah berada di depan matamu, adikku.  Saat semuanya harus kau raih dengan cepat! Sigap! 

Adikku, bacalah ini
--- aku mendoakanmu agar kau selalu dalam lindunganNya. Dalam ridhaNya seumur hidupmu nanti. Dan semoga Tuhan menghukum pemimpin-pemimpin kita yang lalim, dan mengampuni guru-guru yang ikhlas mendampingimu. Jadikanlah ujianmu sebagai tempat belajarmu. Tempatmu merasa, bahwa semua tak mungkin didapat tanpa berjuang. Bahwa semuanya butuh kekuatan dalam do'a-do'amu..

Dan setelah itu..
Berjuanglah lebih keras lagi..
Berdo'alah lebih kuat lagi...

Semoga setiap langkah ujian kita, terus membawa kita dalam dekapanNya. Semakin erat, semakin dekat. Bukankah, saat kita melangkah kepadaNya, Dia datang dengan berlari? :D

 ~//~






4 comments:

  1. ketiganya mirip ya mbak, hahahahah :D semungud :D

    ReplyDelete
  2. iyaa.. hehe :) makasih sudah berkunjung yah.. sering-sering mampir :D

    ReplyDelete
  3. semoga kebaikan dari-Nya selalu menyertai kita semua, amin... :)

    ReplyDelete

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.