Monday, April 23, 2012

Per(empu)an

Kau pernah dengar kata 'empu'? Empu dalam pendengaran saya adalah seorang pengampu, seorang pelindung, penanggung-jawab, dan penenang. Itulah sebab mengapa saya lebih menyukai kata 'perempuan' dibanding dengan kata 'wanita'..


Dan jika memang benar, kita tidak percaya bahwa bagaimana lelaki adalah tergantung bagaimana perempuannya hidup bersamanya, lalu dari mana kita mendapat jawaban: mengapa Rasulullah Muhammad SAW begitu tergantung pada Khadijah dan tidak ada satupun yang mampu menggantikan posisinya dalam hidup Rasul?

Jika kita masih picik dengan sebuah hubungan serius seorang lelaki yang berniat tulus dan tekad kuat untuk menikahi perempuannya, lalu dari manakah kita mendapat jawaban: mengapa B.J. Habibie, insinyur terhebat milik Indonesia yang hampir gila setelah kehilangan istrinya, yang selalu mengikuti kemanapun Ia pergi?

Kalau kita masih menertawakan seorang pemuda yang begitu cinta mati dengan wanitanya, lalu dari manakah kita mendapat jawaban: mengapa para aktivis yang dulu begitu tegas membela anti-korupsi kini menjelma menjadi koruptor? Bukankah jika istrinya mendorong untuk tidak melakukannya, tidak mungkin si suami juga melakukannya?

Bisakah kita hentikan penertawaan dan pemicikan kita atas lelaki yang bertekuk lutut atas cintanya? Bisakah kita mulai menghargai perempuan yang terus mendukung, mendorong dan berambisi agar lelakinya terus ada dalam koridor kebenaran? Bisakah kita berhenti menertawakan cinta yang membawa kebodohan?

Ya, semua pemicikan, peremehan, dan penganggapan bodoh itu tidak perlu jika diri kita sendiri masih terjebak cinta pada benda. Kita berani meremehkan perempuan yang selalu merindukan lelakinya dengan alasan itu tidak logis, tapi kita mencintai harta benda dan rela merendahkan diri kita demi uang 100 atau 200 ribu? Kita bangga menertawakan lelaki yang berjuang sekuat tenaga untuk dapat mencapai pernikahan yang halal sambil mengatakan Ia gila, tapi kita tergila-gila pula dengan tawuran, pertengkaran, gengsi putus silaturahim yang berkepanjangan, gosip dan penawaran proyek yang menjanjikan uang banyak?

Maka tidak ada hal lain yang ingin saya ungkapkan pada empu-empu yang akan memegang peranan penting dalam mendampingi lelaki yang begitu mencintainya selain: cintailah kebenaran! Cintailah kebenaran! Dan cintailah kebenaran!

Selamat hari kartini :)

No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.