Monday, April 30, 2012

Kesempatan

Mari, buka buku catatan di masa kecil dahulu, saat semua tertawa riang melihatmu --menangis, tertawa, merengek, terjatuh tak bisa jalan, dan saat pertama kali bicara. Jangan hanya lihat segala kelemahan yang diruncingkan banyak orang di depanmu. Kau akan merasa kemudian, bahwa kau pernah mendapat sebuah kesempatan.


Tidak ada yang tahu kawan, siapa yang bisa menjamin hari esokmu semuram hari ini? Kita pernah lahir, itu artinya kita punya kesempatan! Kita bisa hidup sampai sekarang, itu artinya kita punya kesempatan! Kita masih bisa tersenyum dengan orang-orang tersayang dalam seburuk-buruknya kondisi, itu adalah kesempatan!

Betapa masih banyak yang terbentang di depan sana. Betapa tidak terhitungnya nikmat Tuhan yang telah diberikan pada kehidupan kita; lalu mengapa kita harus lengah? Yah, boleh saja semua orang mencemoohmu untuk mengatakan kau tidak berguna --dan biarkanlah, persilakanlah mereka bilang apapun yang mereka mau!
Biar saja kau dibilang "omong doang" atas segala mimpi-mimpi yang belum kau gapai dengan selentingan pahit yang harus kau dengar --dan persilakanlah mereka bicara begitu!

Toh mereka tak tahu, apa yang diberikan Tuhan padamu? Toh mereka tak akan kuasa melihat segala pembuktian yang kau buat dalam lembaran selanjutnya. Ya! Persilakanlah mereka bicara sekenanya hari ini, dan buat mereka melihat adanya esok hari..

Tuhan selalu membuat ribuan kesempatan yang mungkintidak datang dua-kali. Tapi perhatikanlah ini:  banyak yang bilang Ia tak datang dua kali, tapi, untuk apalah Ia diciptakan jika tidak untuk kita cari? Kau bisa mendatangkannya dalam hidupmu ribuan kali! Karena Tuhan tidak terbatas! Ia Maha Kaya! Maha Memiliki Kesempatan!


Kejarlah sekarang! Berikan yang terbaik baigi pencipta, dan mereka yang masih menyayangimu di tengah kegelapan.. :)
Fa bi ayyi alaa i rabbikumaa tukadzziban? :)

 

No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.