Wednesday, November 19, 2008

Allah, cintaMu yang Paling Nyata!


Lihatlah, itu motor beat ku yang ayah belikan sengaja untuk aku berjuang mencari ilmu dan segala pengalaman di Jogja. Dan kata ayah, ini amanah yang Allah beri, maka janganlah aku memakainya untuk hal yang tidak berguna. Kemanfaatan sebuah benda 'kan tergantung untuk apa dia dipakai. Semoga betul-betul buat berjuang deh! Amiin.

Mungkin kalau dilihat di blog FS aku, aku selalu bercerita tentang sebuah "cinta" yang enggak bangeet!.

Sekarang aku sadar betul bahwa ternyata Allah begitu dekat dan tidak mungkin melukai hambaNya. Apa hubungannya sama Beat ku??

Ya, kira-kira tiga hari yang lalu. Aku tertidur setelah maghrib karena hari itu memang hari yang meletihkan sekali. Ternyata ada hal yang sangat urgent dan lupa aku kerjakan sebelum tidur: masukin motor! Walhasil, ibu kos bangunin aku jam satu malem karena pemuda yang jaga-jaga sekitar kosku bela-belain naik pagar rumah untuk bangunin ibu dan ngasih tau kalau motorku belum dimasukin! Astaghfirullah, huh... maaf ya bu!!!

Terus waktu aku keluar pagar, kurang lebih lima belas orang pemuda yang menungguku (ha, ha... kayak apa aja ditungguin pemuda-pemuda ^^). Mereka nasehatin aku "mbak, ini duit berapa juutaaaa?". Dan aku hanya bisa tersenyum sambil berkata "Iya mas, maaf, saya lupa..".

Aku sudah takut diomelin Ibu. Ternyata Ibu malah berujar dengan tenangnya "alhamdulillah, mbak Nadia. Biasanya suka ada yang nyuri motor, soalnya di sini rawan." Ya Allah, tiba-tiba kantuk hebat yang masih nggandoli aku terbang begitu saja. Aku kaget, Ibu gak marah, malah berujar syukur. Subhanallah!

Setelah mengelus punggungku ibu balik lagi ke kamarnya. Setelah masuk kamar, entah kenapa tiba-tiba semuanya berputar seperti film dalam bayangan benakku. Semuanya, saat dulu aku masih bahagia di Mu'allimaat bersama teman-teman disaat aku sungguh-sungguh merasa Allah menganugerahkan mereka sebagai wujud cintaNya yang paling nyata. Bayangkan saja, saat aku butuh motivasi hebat untuk belajar, kawan-kawanku itu membentuk kelompok belajar dan mengerjakan soal setiap sore. Saat aku sedih, mereka selalu hadir membuat tawa kembali terukir di bibirku. Saat aku harus mengerjakan banyak deadline, mereka membantuku semampu mereka. Kami selalu berdiskusi tentang segala ilmu, tidak hanya fisika, kimia dan ilmu pasti lainnya. Tidak juga hanya sejarah, kewarganegaraan dengan segala pembahasan politik dan buntut-buntutnya. Selain juga ilmu paling spektakuler: Al-Qur'an dan Hadits yang menjadi pusat segala ilmu, yang selalu menenagkan dan membahagiakan orang beriman. Kami berbicara tentang hidup, kehidupan, kebahagiaan untuk hidup, perjuangan dalam hidup dan kerja keras untuk tetap bertahan dalam masalah sebesar apapun!

Akhirnya aku merenung kembali malam itu. Allah telah memberikan kasih sayangNya malam itu. Subhanallah!

No comments:

Post a Comment

berikan komentarmu tentang tulisan saya, di sini.